Beli Sayur Murah di Pasar, Perhatikan Cara Menyimpan dan Mengolahnya

0
36
beli sayur murah di pasar

Sayur memang sudah seharusnya masuk dalam menu makanan sehari-hari. Hal ini dikarenakan kandungan dalam syaur yang kaya akan vitamin, mineral, dan juga serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Dari sisi ekonomi, sebenarnya beli sayur murah di pasar atau supermarket, akan membuat budget belanja kamu jadi lebih hemat.

Tapi kali ini kita tidak akan membahas dari segi ekonomi, melainkan cara mengolah sayur dengan benar jadi makanan yang tetap mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Jangan sampai kandungan dalam sayur yang begitu banyak jadi hilang.

Selain mengolah sayur dengan benar, kamu juga harus menyimpannya dengan tepat.

Kesegaran sayur tentu saja akan terpengaruhi jika tidak segera dikonsumsi. Makin lama disimpan, sayur pun akan kehilangan kesegarannya. Sebaiknya sayur dikonsumsi segera. Namun, bila memang terpaksa menyimpannya, perhatikan hal penting berikut ini.

Hal Penting saat Menyimpan Sayuran

  • Simpan sayur di tempat sejuk

Sayuran memang harus disimpan di tempat yang dingin. Namun, tidak semua sayuran harus disimpan di kulkas. Misalnya, sayuran jenis umbi dan bawang bombai bisa hanya disimpan di tempat yang sejuk saja. Sedangkan sayuran hijau dan jamur memang harus disimpan di lemari pendingin.

  • Bekukan sayuran

Sayuran beku mengandung nutrisi yang sama dengan sayuran segar. Asal dibekukan saat sayur masih segar atau segera setelah dipanen. Sayur yang sudah dibekukan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Tidak masalah jika beli sayur murah dalam jumlah banyak, kemudian bekukan saja dan simpan di dalam kulkas agar bertahan lama.

  • Beri sayuran udara

Sayuran akan bertahan lama jika mendapat udara. Meskipun disimpan di dalam kulkas, usahakan agar sayur tetap mendapat udara dengan membungkusnya dengan kertas. Jika terpaksa membungkus dengan plastik, buatlah lubang-lubang agar sayuran di dalamnya mendapatkan udara. Sehingga sayur yang kamu beli tidak kehilangan banyak kesegarannya.

  • Blansir sayur dan simpan

Blansir adalah proses merebus sayur beberapa detik dalam air mendidih. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan enzim-enzim yang menyebabkan pembusukan pada sayur. Setelah diblansir, sayur dapat disimpan langsung dikulkas atau membekukannya agar nutrisi yang tekandung di dalamnya lebih awet.

Cara Menjaga Nutrisi Sayur saat Proses Memasaknya

Sudah dijelaskan bahwa kandungan baik dalam sayur bisa saja hilang jika pengolahannya tidak tepat. Oleh sebab itu, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengolah sayur.

  • Merebus

Merebus ternyata dapat menghilangkan nutrisi sayuran. Terlebih jika sayur direbus dalam waktu yang lama. Vitamin C dan jenis vitamin lainnya yang terkandung di dalam sayur akan hilang dalam rebusan air bahkan menjadi rusak disebabkan oleh pemanasan. Sehingga sebaiknya hindari merebus sayuran dan olah dengan cara yang lain saja demi menjaga kandungannya.

  • Tumis

Cobalah untuk menumis sayuran dengan sedikit minyak dan campur dengan kaldu. Tidak perlu menumis sayur dalam waktu lama. Sebentar saja, lalu angkat jika sayuran sudah tampak layu.

  • Menyetup dan Braising

Cara mengolah sayuran selanjutnya adalah dengan menyetupnya, yaitu dengan memasak sayuran dalam cairan kaldu atau menjadi sup. Hal ini karena air rebusan sayur tersebut masih akan tetap dikonsumsi sebagai bagian dari hidangan makanan, sehingga nutrisinya tetap masuk dalam tubuh. Sedangkan braising adalah proses memasak sayuran dengan sedikit kaldu atau air maupun bumbu. Proses ini membuat bumbu meresap dalam sayuran dan airnya juga dapat dikonsumsi.

  • Mengukus

Mengukus adalah kunci mengolah masakan dengan cara yang sederhana. Caranya adalah sayur dimatangkan hanya dengan uap panas saja, tanpa dicelupkan ke dalam air. Proses ini membuat nutrisi sayuran tidak hilang sebanyak sayur yang direbus. Meski begitu, jangan terlalu lama mengukus sayuran karena bisa membuat nutrisinya jadi lenyap.

Jangan salah olah sayuran lagi ya. Beli sayur murah di pasar atau supermarket memang jadi solusi untuk hidup yang lebih sehat dibanding mengonsumsi daging atau jenis bahan makanan lain. Hanya saja, kamu harus perhatikan cara mengolahnya agar tetap menjaga nutrisinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here